Pidato singkat menyambut bulan suci Ramadhan oleh: _*Ramdi Setiawan,uinfas Bengkulu*_
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr wbالْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillahil ladzii an’amanaa bini’matil iimaan wal islaam. Wanushalli wanusallimu ‘alaa khairil anaam, sayyidinaa muhammadin wa’alaa aalihii wasohbihi aj-ma’iin, amma ba’du.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjunan kita semua, pelopor revolusi Islam yakni Habibana wanabiyana Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya sampai pada kita semua selaku umatnya sampai akhir zaman. Aamiin ya Robbal ‘alamin.
Yang terhormat bapak Wira hadiKusuma, S,sos.l., M.S.I selaku mata kuliah rektorika dakwah
Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato yang berjudul "menyambut bulan suci Ramadhan."
Hadirin yang berbahagia, sebagaimana telah kita ketahui, bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang mulia.
Kedatangannya begitu dinantikan dan dirindukan. Di bulan ini pahala kebaikan akan dilipat gandakan.
Maka dari itu jadikanlah momentum Ramadhan tahun ini sebagai ajang meraup pahala sebanyak-banyaknya.
Di bulan ini juga terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. ialah malam Lailatul Qadar.
Pada bulan Ramadhan kita akan melaksanakan puasa satu bulan penuh. Untuk itu persiapkan diri lahir batin agar kita bisa beribadah dengan lancar dan khusyuk.
Sebagaimana dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Arab-latin: yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba 'alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba 'alallażīna ming qablikum la'allakum tattaqụn
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Dari ayat Al-Quran diatas bisa kita simpulkan hukum melakukan puasa itu adalah wajib bagi setiap muslim yang tidak berhalangan.
Puasa bukan hanya menahan diri dari lapar dan dahaga saja, tapi lebih jauh puasa mampu menghadirkan sifat empati pada sesama. Ikut merasakan penderitaan sesama yang mungkin belum hidup dengan cukup.
Puasa adalah melatih kesabaran dan keikhlasan kita sebagai umat yang taat menjalankan perintah Allah.
Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan dalam pidato yang singkat ini.
Semoga apa yang saya sampaikan bisa memberikan manfaat yang besar bagi kita semuanya. Mohon manfaat atas segala kekurangan.
*_Wallahul Muwafiq Ilaa Aqwamith Thariq_*
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh